• Kam. Okt 6th, 2022

Pengamat Heran Anies Baswedan ‘Sindir Balik’ Giring dengan Undang Nidji: Kok Sebegitunya?

Pengamat politik Yunarto Wijaya ikut berkomentar dengan aksi saling sindir antara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Umum PSI, Giring Ganesha. Yunarto menilai, pernyataan Anies dalam postingan di Instagram pribadi nya jelas bentuk sindiran kepada Giring. Unggahan tersebut menampilkan Anies yang memuji grup band Nidji saat diundang melakukan check sound di Jakarta International Stadium (JIS) pada Minggu (16/1/2022) lalu.

Dalam postingannya, Anies menyebut Nidji menampilkan 'musik yang menggelegar, suaranya merdu, tidak ada sumbang sumbangnya'. Yunarto menyebut sindiran yang dilakukan Anies cukup cerdas lantaran mengundang Nidji, band yang membesarkan nama Giring. "Dari segi komunikasi memang bisa dikatakan cerdas, Anies Baswedan menggunakan grup band yang dulu Giring ada di dalamnya dan sudah keluar untuk menyindir balik kritikan dari Giring."

"Dan itu bisa terlihat sekali dalam caption postingan instagram yang dibuat Gubernur Anies," kata Yunarto, dalam tayangan Youtube Kompas TV, Selasa (18/1/2022). Kendati cukup cerdas, Yunarto mengaku heran mengapa Anies terkesan berlebihan menyindir balik seorang Giring. Ia juga menyoroti soal dana yang digunakan Anies untuk mengundang grup band tersebut.

"Catatan kritisnya adalah yang menjadi pertanyaan kok sebegitunya seorang gubernur." "Kbetul grup band itu menggunakan, misalnya dana APBD untuk dipakai dalam sebuah acara, dan kemudian dipakai hanya untuk menyindir balik orang yang mengkritiknya, saya pikir itu bisa jadi efek bumerang," ungkap Direktur Eksekutif Charta Politika ini. Di sisi lain, Yunarto juga menilai, sindiran Anies kepada Giring justru terkesan menurunkan kapasitas kompetisinya.

Sebab, lanjut Yunarto, Giring hanya seorang ketua umum partai dengan elektabilitas yang rendah yakni tak sampai dua persen untuk lolos ke Senayan. Sementara Anies, namanya digadang gadang menjadi calon presiden di Pilpres 2024 dengan elektabilitas yang cukup mumpuni. "Sebetulnya catatan kritis juga buat apa seorang Anies Baswedan yang disebut namanya bisa menjadi capres dan Gubernur DKI."

"Kemudian terbawa oleh narasi yang dibuat dan kritikan yang dilakukan oleh seorang ketua umum partai satu koma sekian persen bahkan tidak mencapai dua persen." "Akhirnya Anies Baswedan seperti menurunkan kapasitas kompetisinya hanya dengan ketum partai kecil bukan dengan capres lain yang namanya sering disebut," ujar pria yang akrab disapa Toto ini. Sebelumnya diberitakan , grup musik Nidji tampil di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (16/1/2022) malam dalam rangka uji coba sound system stadion tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang hadir dalam cek sound semalam menyebut penampilan Nidji spektakuler. Hal itu diungkapkan Anies melalui akun resmi media sosialnya, Senin (17/1/2022). Anies menyebut mantan grup band Giring Ganesha itu tampil dengan suara merdu tanpa sumbang.

"Spektakuler! Melihat penampilan band Nidji saat uji coba sound syatem JIS semalam, sambil inspeksi 93% ketuntasan pembangunan stadion." "Musiknya menggelegar, suaranya merdu, tidak ada sumbang sumbangnya," ungkap Anies. Dipilihnya grup band Nidji untuk menjajal sound system Jakarta International Stadium (JIS) memunculkan banyak pandangan.

Termasuk cara Anies menyindir Giring, mantan vokalis Nidji yang sangat sering menyerangnya. Kolom komentar Facebook Anies Baswedan dibanjiri komentar yang mengaitkan tentang hal tersebut. Ditambah lagi hubungan Giring dengan Nidji disebut mendingin.

Diketahui, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu berulang kali mengkritik Anies. Giring pada September 2021 lalu bahkan menyebut Anies Baswedan pembohong dan gagal mengatasi krisis. Giring juga tak rela bila Anies maju menjadi Capres 2024.

Diberitakan , Giring menilai dalam situasi krisis, seorang pemimpin sejati harus berupaya keras untuk menyelamatkan rakyat. "Gubernur Anies bukanlah sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis," ujar Giring, Senin (20/9/2021), dikutip dari video yang diunggah Twitter PSI. Namun selama krisis akibat pandemi Covid 19, Giring menilai Anies tidak tepat dalam membelanjakan uang rakyat.

Giring menyebut, uang rakyat justru digunakan Anies untuk kepentingan pribadi, seperti ngotot menggelar Formula E di Jakarta. “APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai Calon Presiden 2024." "Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balap mobil Formula E dan menggunakan Rp 1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu,” kata Giring.

Giring juga menilai sosok Anies Baswedan tidak tepat untuk digadang maju dalam Pilpres 2024. “Rekam jejak pembohong ini harus kita ingat, sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan presiden 2024." "Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Anies Baswedan,” kata Giring dalam video tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.