• Sel. Sep 27th, 2022

Vaksinasi Covid-19 Dipercepat Jelang Ramadan, Luhut: Agar Umat Muslim Bisa Beribadah Maksimal

Menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pemerintah mendorong akselerasi vaksinasi Covid 19, baik dosis lengkap maupun dosis lanjutan atau booster. Tertutama bagi kelompok rentan seperti kelompok lanjut usia dan masyarakat yang memiliki koorbid. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut akselerasi vaksinasi Covid 19 ini dilakukan demi mendukung kelancaran dan kegiatan ibadah masyarakat di bulan Ramadan.

Serta agar tidak kembali terjadi lonjakan kasus Covid 19 selama bulan Ramadan hingga Idulfitri. “Langkah akselerasi dosis lengkap dan booster diperlukan demi mendukung jalannya kegiatan selama bulan Ramadan dan Idulfitri. Kita berharap agar jalannya aktivitas ibadah umat muslim dalam Ramadan dan Idulfitri nanti tetap dapat berjalan maksimal." "Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak terjadi lonjakan kasus,” kata Luhut, dalam keterangan pers tentang Hasil Ratas Evaluasi PPKM yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/3/2022).

Lebih lanjut Luhut mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, baik itu dosis primer maupun booster. Masyarakat juga diminta untuk tidak pilih pilih vaksin, karena semua vaksin yang disediakan sudah teruji keamanan dan efikasinya. “Ini semua kerja sama kita. Sekali lagi saya imbau, semua kita dari sekarang masih ada dua minggu sebelum bulan puasa untuk kita mempercepat tadi vaksinasi ini dan itu untuk keamanan kita semua juga,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko, meminta pemerintah agar tidak menganjurkan masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini. Mengingat hingga saat ini pandemi Covid 19 di Indonesia masih belum berakhir. Oleh karena itu Miko menyarankan pemerintah untuk bisa memberikan imbauan terkait bagaimana perjalanan mudik yang benar dan aman dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Menurut saya, minimal pemerintah mengimbau bagaimana mudik yang benar. Jangan dianjurkan mudik. Misal, kalau Anda harus mudik, apa yang harus dilakukan," kata Miko, Minggu (13/3/2022), dilansir Kompas.com . Lebih lanjut, Miko mengakui selama dua pekan terakhir kasus Covid 19 di Indonesia memang menurun. Namun, menurut Miko, penurunan ini salah satunya disebabkan oleh angka testing yang juga menurun.

Karena, saat ini sudah banyak masyarakat yang enggan untuk melakukan tes Covid 19. "Kasus sudah menurun. Tapi, masalahnya karena banyak juga orang yang tidak mau tes PCR baik yang melalui contact tracing maupun individu. Sekarang kelihatannya masyarakat cuek saja," terang Miko. Sehingga Miko mengingatkan pemerintah untuk benar benar memantau perkembangan kasus harian Covid 19 hingga Idulfitri pada Mei 2022 mendatang.

Agar kasus Covid 19 di Indonesia bisa tetap terkendali. "Kita harus benar benar melihat perkembangan kasus," imbuhnya.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.