• Sel. Sep 27th, 2022

Update Beras Bansos Ditimbun di Depok, Diduga Dipendam 2 Tahun Lalu pada Awal Covid-19 di Indonesia

Rudi Saimin, seorang warga Kota Depok dikejutkan dengan penemuan diduga sembako bantuan Presiden atau banpres yang ditimbun di tanah. Sembako yang tertimbun tanah ini ditemukan di lahan kosong miliknya, tepatnya di sekitar Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok. Diketahui sembako bantuan Presiden terdiri dari beras, minyak goreng, tepung terigu, dan telur.

Dalam keterangannya pada Minggu (31/7/2022), Rudi mengaku mendapat informasi ada bahan pokok yang pernah ditimbun di lahan kosong miliknya. Ia lalu melakukan penggalian dengan excavator dan menemukan ribuan kilogram bansos sembako Presiden yang ditimbun. Menurutnya, penemuan sembako bantuan Presiden ini diawali dari laporan seorang karyawan JNE, perusahaan jasa pengiriman di seberang lokasi penimbunan.

Karyawan JNE itu memberitahu Rudi terkait penimbunan sembako bantuan Presiden di Lapangan KSU. "Saya dapat informasi dari orang dalam JNE ada pemendaman sembako. Saya cari sehari tidak dapat, dua hari, tiga hari akhirnya saya dapat dengan menggunakan beko (excavator) pada Jumat kemarin," jelasnya di lokasi kejadian, Minggu (31/7/2022). Bahkan, sembako bantuan Presiden ini masih lengkap dengan label 'Bantuan Presiden.'

"Ada tulisannya, 'Bantuan Presiden' yang dikoordinir Kemensos. Dari Polres juga sudah datang kemarin," katanya. Rudi Saimin menduga ada peran dari oknum agar bantuan sembako Presiden tidak tersalurkan ke pihak terdampak Covid 19. Ia juga mengaku hendak mengusut pelaku penimbunan di lahan miliknya tersebut.

Ketika ditemukan, sembako bantuan Presiden itu tertimbun tanah di kedalaman tiga meter pada Jumat (29/7/2022). Polisi telah memasang Police Line di sekeliling lokasi. Beberapa karung beras telah terbuka hingga tercecer di tanah.

Jika didekati, akan tercium bau busuk yang menyengat dari penimbunan tersebut. Diduga, sembako bantuan Presiden itu telah membusuk hingga berjamur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.